makalah Biologi

makalah biologi

untuk memenuhi tugas mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam [IPA]

Nama Anggota :

Anita Dwi Nurhayati

Intan Fauzia

Muhamad Arif

Vina Alviani Imaniar

Kelas VIII-D

SMP Negeri 1 Singaparna

Kabupaten Tasikmalaya

.

.

.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Hama dan Penyakit Pada Tumbuhan”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Penyakit dan hama pada tumbuhan.

Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Hama dan penyakit pada tumbuhan.
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah  ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

Tasikmalaya, 20 November 2011

 .

.

.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………..        i

Daftar Isi…………………………………………………………………………………       ii

Teori Pembelajaran………………………………………………………………….         1

Supervisi………………………………………………………………………………..        3

Kesimpulan……………………………………………………………………………..       4

Lampiran…………………………………………………………………………………       5

Daftar Pustaka………………………………………………………………………….      6

.

.

.

TEORI PEMBELAJARAN

 

v Pengertian Hama:

Hama adalah semua binatang yang mengganggu dan merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia.

 

v Beberapa Kelompok Hama:

  1. Mamalia, misalnya musang, tupai, tikus, dan babi hutan.
  2. Aves, misalnya burung dan ayam
  3. Serangga, misalnya belalang, wereng, dan kumbang
  4. Molusca, misalnya siput dan bekicot.

 

v Contoh Hama  Dalam Kehidupan Sehari-hari:

  1. Belalang setan (Aularches miliaris), menyebabkan kerusakan terhadap tanaman besar.
  2. Lalat buncis (Agromyza Phaseoli), menyebabkan kerusakan pada bagian batang, daun, dan buah tanaman buncis.
  3. Tungau bercak dua (Tetranichus urticae), memakan hampir semua jenis tanaman budi daya seperti buncis, semangka dan lain-lain.
  4. Hama penggerek umbi kentang. Hama pada umbi kentang ini adalah ulat berwarnaa kelabu Phthorimaea aperculella dengan panjang tubuh 1cm, yang akan tumbuh menjadi ngengat berwarna kelabu.
  5. Hama pemakan daun kubis. Hama ini adalah ulat berwarna hijau muda, berbulu hitam, kepala kemuning-kuningan dengan bercak-bercak gelap, dan ukuran tubuhnya sekitar  9 mm.
  6. Hama pada bawang putih
  7. Hama penggerek buah mangga, berupa ulat dengan warna tubuh berselang-selang merah dan putih dan ulat cokelat kehitaman.
  8. Hama tikus, sering menyerang tanaman padi dan palawija.
  9. Belalang, juga sering menyerang tanaman padi.
  10. Burung pipit, dalam jumlah yang besar dapat menyerang tanaman padi dengan memakan biji padi yang menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.
  11. Hama wereng, selain sebagai hama tanaman padi, wereng juga menjadi vektor penyebar virus penyebab penyakit tungro.
  12. Babi hutan, menyerang tanaman budidaya terutama umbi-umbian.
  13. Kera, menyerang tanaman budi daya buah-buahan dan sayuran.

v Penyakit Pada Tumbuhan:

Tanaman dikatakan sakit apabila ada perubahan atau

gangguan pada organ-organ tanaman. Tanaman yang sakit menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya tidak normal.

v Tanda-tanda Tanaman Yang Terkena Penyakit

  1. Layu
  2. Rontok
  3. Perubahan warna
  4. Daun berlubang
  5. Kerdil
  6. Daun mengeriting
  7. Busuk pada batang, daun, atau buah
  8. Semai roboh

 

v Contoh Penyakit Yang Menyerang Tumbuhan

  1. Penyakit layu cabai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Cabai yang terkena penyakit ini mempunyai ciri-ciri daun mudah layu diikuti dengan menguningnya daun-daun tua.
  2. Penyakit hawar daun kentang. Disebabkan oleh jamur, gejalanya pada tepi-tepi daun ditemukan bercak-bercak terutama pada suhu rendah, kelembapan tinggi, dan curah hujan tinggi.
  3. Penyakit busuk daun bawang merah. Disebabkan oleh jamur, gejalanya di dekat ujung daun timbul bercak hijau pucat, di permukaan daun berkembang jamur berwarna putih ungu, daun menguning, layu, dan mengeriting. Daun yang telah mati akan berwarna putih dan banyak terdapat jamur hitam.
  4. Penyakit tungro pada tanaman padi. Penyakit ini menyebabkan padi tumbuh kerdil dan tidak normal. Disebabkan oleh virus tungro dengan perantara wereng.
  5. Penyakit mosaik, banyak menyerang tanaman tembakau yang disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus).

 

 

 

 

 

 

Supervisi

          Kemarin, tanggal 19 November 2011, kami berkunjung ke rumah seorang petani di daerah Kp. Negla Desa Tenjonagara Kecamatan Cigalontang. Petani yang bernama Pepen Sape’i itu sudah sangat lama bekerja sebagai petani. Dia menjadi petani sejak tahun 1981. Dia sudah sering mengalami masalah dengan dengan sawahnya. Dan mungkin dia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ‘gagal panen’.

Beliau merupakan seorang petani yang mengurus padi di sawah. Dia pernah mempunyai masalah, yaitu ketika serangan hama yang menyulitkan petani. Jenis hama yang menyerang padi Pak Pepen yaitu hama wereng dan hama tikus-belalang. Untuk memberantas hama, beliau menggunakan pestisida secukupnya. Penggunaan pestisida secara berlebihan dapat menghambat pertumbuhan padi, dan jika sudah berada di atas normal, dapat menyebabkan Kematian hewan yang lain. Serangan hama dapat menyebabkan terjadinya gagal panen karena mengganggu pertumbuhan padi. Bahkan beliau pernah mengalami telat panen.

Dia merasa terganggu dengan kehadiran eceng gondok karena akan menghalangi pertumbuhan padi. Apabila padi terkena penyakit tungro, dia selalu menggunakan pestisida dengan cara penyemprotan.

Hama yang selalu mengganggu tanaman padi Pak Pepen adalah hama kungkang dan lolodok. Menurut Pak Pepen, burung pipit sangat mengganggu pertumbuhan padi. Karena mereka memakan padi Pak Pepen, dia membuat orang-orangan di sawah agar menakuti burung pipit. Beliau juga pernah mengalami gagal panen, karena terkena serangan hama. Untuk mencegah hama, beliau menggunakan pupuk TSP, POSKA dan UREA. Dia juga pernah menggunakan pupuk organik, katanya agar baik pada tumbuhan. Dia juga menjelaskan bagaimana membuat pupuk organik. Yaitu, . Sebelumnya pupuk kandang disimpan dalam lubang dan diberi kapur.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

          Dari hasil wawancara tersebut, kami dapat menyimpulkan, bahwa hama itu sangat merugikan bagi petani. Karena hama dapat mengganggu pertumbuhan padi. Untuk pemberantasnya, kita dapat melakukan penyemprotan dengan pestisida secukupnya, sesuai dengan kadar tertentu. Untuk mencegah hama, dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik agar padi dapat tumbuh dengan baik, walaupun lambat, tapi hasilnya akan bagus.

Selain hama, ada juga gulma yang dapat mengganggu tumbuhan.

jenis gulmanya, diantaranya eceng gondok dan lolodok.

.

.

.

DAFTAR PUSTAKA

http://bima.ipb.ac.id

 

http://en.wikipedia.org

 

http://id.wikipedia.org

 

http://iel.ipb.ac.id

 

http://vcbio.science.ru

 

http://www.bappebti.go.id

 

http://www.cbn.net.id

 

http://www.e-smartschool.com

 

http://www.elektroindonesia.com

 

http://www.flindonesia.com

 

http://www.fisikanet.lipi.go.id

 

http://www.humanmedicine.net

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s